Kata Sambutan Kepala Sekolah

Br. Albertus Suwarto, FIC., M.Pd 

Bapak/Ibu Orangtua/Wali Siswa dan seluruh pemerhati SMA Pangudi Luhur Jakarta,

Per 1 Juli 2017 di SMA Pangudi Luhur Jakarta terjadi pergantian Kepala Sekolah yaitu dari Br. Titus Totok Tri Nugroho, FIC., ST kepada kepala sekolah baru yaitu Br. Albertus Suwarto, FIC., M.Pd.

Memasuki tahun ke-2 kepemimpinan saya, ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan kepada Anda semua.

Pertama, memperhatikan pendapat para ahli tentang dampak perkembangan teknologi informasi pada tumbuh kembang anak, saat ini mereka tumbuh menjadi anak remaja yang memiliki karakteristik khas anak milenial yaitu tidak bisa pisah dengan internet, ahli teknologi informasi, tergila-gila dengan dunia informasi, cinta kebebasan, berperilaku instan, dan berambisi besar untuk sukses serta memiliki kecenderungan sulit diberi banyak nasihat.

Kedua, dengan menyadari karakterisitik yang melekat pada diri anak tersebut, proses mendidik menuntut keterlibatan berbagai pihak untuk mencapai hasil yang maksimal. Tiga tempat pendidikan yang berperan penting adalah masyarakat, sekolah, dan orang tua. Yang paling berpengaruh adalah pendidikan di keluarga. Penanaman struktur nilai kehidupan di keluarga akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Karena di sanalah sentuhan pertama tentang sebuah nilai terjadi. Jika anak mendapat “tabungan” yang cukup di keluarga tentang nilai-nilai kehidupan, di tahap perkembangan berikut akan lebih mudah. Misalnya; jika anak sejak di keluarga tertanam baik tentang budaya belajar, maka di sekolah juga lebih mudah anak mengikuti pelajaran. Jika yang tertanam di keluarga adalah budaya “menikmati” kemudahan dan kemewahan, di sekolah anak juga sulit mengikuti proses belajar.

Ketiga, dengan kondisi lingkungan tumbuh kembang anak seperti di atas, maka sinergisitas antara orang tua dan sekolah menjadi kunci dalam mendampingi anak. Sekolah tidak lagi menjadi pusat tunggal segala informasi dan kabajikan dalam mendidika anak. Banyak sumber informasi di media sosial yang bisa diakses oleh anak yang bisa jadi itu lebih dominan mempengaruhi pola perilaku anak. Maka dari itu kontrol orang tua terhadap penggunaan gadged menjadi titik penting dalam pendampingan anak. Sedangkan masyarakat merupakan aspek ke tiga yang diharapkan menciptakan kondisi sosial masyarakat yang mendukung proses pendidikan.

Keempat, semoga dengan kesadaran bersama untuk membangun sinergi antara orang tua dan sekolah serta masyarakat, anak-anak bisa bertumbuh dan berkembanga maksimal sesuai dengan bakat dan talenta masing-masing. Kita akan tetap terus bekerja sama mengembangkan kebersamaan demi tumbuh kembang anak. Sekolah membuka lebar pintu kerjasama dan komunikasi demi cita-cita kita bersama dalam mencerdasakan bangsa lewat anak-anak yang sekolah di SMA Pangudi Luhur Jakarta.

Salam sukses,

Br. Albertus Suwarto, FIC., M.Pd

Tutup

Cari

Close